ArtikelWirid

Puasa Rajab

Dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Agar dapat ketentraman hidup dalam setiap keadaan tentunya kita sebagai seorang hamba harus berusaha dengan berbagai jalan meditasi (ibadah) yang dapat mendekatkan seperti amalan-amalan dzikir (mengingat Allah swt). Yang bisa di lakukan dalam setiap keadaan, atau amalan amalan yang berupa pekerjaan seperti solat dan sebagainya, baik ibadah yang telah di wajibkan  maupun ibadah yang disunnahkan. Dan diantara banyaknya macam-macam ibadah  yang disunnahkan dan dapat mendekatkan diri kita kepada Allah salah satunya adalah puasa sunnah. Yang dapat kita kerjakan setiap hari, pekan, bulan dan bahkan setiap tahun selain bulan Ramadan. Seperti bulan rajab yang menjadi salah satu dari empat bulan yang mulia sebagai mana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setiap tahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (mulia); Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan bulan Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil akhir dan Sya’ban.”

(HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Dan sebentar lagi kita memasuki bulan Rajab, yaitu bulan yang terletak diantara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. salah satu bulan yang dimuliakan Allah swt. sebagaimana bulan Muharram. Dalam bulan Rajab tersebut Allah menjadikan suatu keutamaan-keutamaan bagi hambanya yang mau untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan tersebut.

 Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain menerangkan, diantara puasa yang disunahkan adalah puasa pada bulan rajab, yakni  sebagai berikut ini:

والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء

“Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa’dah, lalu Sya’ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama,”

Dalam majmu’ syarh muhadzab, juga disebutkan salah satu puasa yang disunahkan adalah puasa bulan rojab,

ال أصحابنا : ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب

“Sebagian puasa yang disunnahkan adalah puasa pada bulan-bulan yang dimuliakan, yaitu Dzulhijjah, Muharram dan rajab.”

Dan masih banyak lagi ulama’-ulama’ madzhab syafi’iyah yang menyatakan bahwa puasa pada bulan rajab adalah disunnahkan.

Pelaksanaan puasa bulan rajab, bisa dilakukan 1 hari, 2 hari, 3 hari, 7 hari sampai selama 15 hari berturut-turut atau lebih, fadhilah puasa rajab di sesuaikan dengan jumlah hari puasa yang di laksanan, seperti sabda Rasulullah saw.

ألا ان رجب شهر الله الا صم , فمن صام منه يوما ايمانا واحتسابا ، استوجب عليه ورضوانا الله الاكبر، ومن صام يومين لا يصف الواصفون من اهل السماء والارض ما له عند الله من الكرامة، و من صام ثلاثه ايام عوفي من كل بلاء الدنيا وعذاب الاخرة والجنون و الجذام والبرص ومن فتنة الدجال، و من صام سبعة ايام غلقت عنه سبعة ابواب جهنم، ومن صام ثمانية ايام فتحت له ثمانية ابواب الجنة، ومن صام عشرة ايام لم يسأل من الله شيئا الا اعطاه اياه، ومن صام خمسة عشر يوما غفر الله تعالى ذنوبه ما تقدم وبدله بسيئاته حسنات، ومن زاد زاد الله اجره.

“Ingatlah, sesungguhnya bulan Rajab merupakan bulannya Allah yang mempunyai sebutan Al-ashom (Yang tuli). Barangsiapa berpuasa 1 hari pada bulan Rajab beriman dan karena Allah, maka orang tersebut mendapat ridho dari Allah SWT. Barang siapa puasa 2 hari maka ahli langit dan bumi tidak mampu mensifati(menghitung) kemuliaan orang tersebut di sisi Allah(karena sangat mulia), barang siapa puasa 3 hari pada bulan Rajab maka orang tersebut selamat dari setiap kesusahan dunia, siksa akhirat, gila, kusta, lepra dan fitnah dari Dajjal. barangsiapa puasa 7 hari pada bulan Rajab maka 7 pintu neraka jahanam tertutup baginya. barang siapa puasa 8 hari pada bulan Rajab maka 8 pintu surga terbuka bagi orang tersebut. Barang siapa puasa 10 hari pada bulan Rajab maka setiap permintaan akan dikabulkan. Barang siapa puasa 15 hari pada bulan Rajab maka akan diampuni setiap dosanya yang telah lewat dan Allah mengganti kejelekan nya dengan suatu kebaikan. barangsiapa puasa lebih dari 15 hari, maka Allah akan menambahkan pahala orang tersebut.”

Di dalam kitab al-Hawi Li al-Fatawa imam as-Suyuti menjelaskan tentang derajat hadits yang menyatakan tentang keutamaan puasa bulan Rajab. Beliau menjelaskan bahwasanya hadits-hadits tersebut bukan berstatus maudlu’ (palsu) tetapi hanya berstatus dlaif yang sehingga boleh diriwayatkan dalam rangka untuk fadhailul a’mal

 

Oleh : KILMAH (kajian ilmu hikmah kwagean)

 

Refrensi:

ihya Ulumuddin, juz 1, h. 333, darul kutub ilmiyah.

fadhoil al-ibadah, h. 73.

Nihayatuz Zain

Syarh muhadzab

 

 

 

Facebook Comments

Tampilkan Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close