Mauludan Asma’ Artho 2017

Tak terasa waktu semakin cepat berlalu, detik menjadi menit, jam menjadi hari,  hari menjadi bulan dan menjadi tahun serta seterusnya. Namun dengan silih bergantinya waktu tersebut  telah menjadi tanda adanya sebuah kehidupan, dan semoga  kita telah melaluinya dengan amal perbuatan yang dianggap baik oleh sang Khaliq azza wa jalla, dan semoga apa yang telah kita lakukan di tahun – tahun yang telah berlalu menjadi tabungan kita untuk menjalani sebuah perjalan yang panjang di akhirat nanti, amiiinnn…!!!

Alhamdulillah tahun ini Pesantren Fathul ‘Ulum telah usai menyelenggarakan acara akbar rutinan tiap tahun, yakni memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad (Mauludan) 12 maulid 1439. Eksistensi dari acara rutinan tersebut tak dapat dipisahkan dengan kemeriahan acara Asma’ Arto, yang sudah menjadi ikon pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean, karena asma’ arto selalu digelar bersamaan dengan acara mauludan tersebut. bukan Kwagean namanya kalau tidak ada Asma’ Arto hehehhe….

       Sekali lagi alhamdulilah…!!!

       Iya, alhamdulilah….!!!

Meski Indonesia saat ini sedang musim hujan dan banjir, para peserta malam itu tetap meriah, Meski Peserta tak sebanyak tahun sebelumnya karena cuaca yang kurang bersahabat itu. Sehingga pada hari kamis sore-nya pesantren kami dikejutkan dengan sentuhan dingin angin kencang, dengan sentuhan tersebut hingga dapat merobohkan pohon sawo besar yang terletak di depan masjid al – Arif, namun alhamdulilah robohnya pohon tersebut tidak sampai merugikan pihak manapun, karena robohnya tepat di atas gapura pesantren.

Sebenarnya di bawah pohon itu banyak diletakkan sepeda motor, namun dengan izin Allah swt serta barokahnya Nabi Muhammad saw semuanya selamat . Acara pembacaan Maulid al-Barzanjiy dan Maulid ad- Diba’i dipimpin langsung oleh Romo KH Abdul Hannan Ma’sum, dan selesai sekitar 23.20 WIB, kemudian dilanjutkan proses pengasma’an barang – barang yang telah dipersiapkan, prosesi pengasma’an tersebut berada dalam Ndalem Kyai yang juga dipimpin langsung oleh beliau serta para tenaga khusus, dan prosesi tersebut selesai  sekitar pukul 02.30 WIB.

Semakin menuju hari akhir, semakin kuat terpaan dari orang – orang fasiq yang ingin merobohkan Islam. Yang dulunya meng-islamkan namun kini kita dikafirkan, dibid’ah – bid’ahkan, membaca shalawat dikatakan musyrik dan lain – lain. Untuk itu kita harus kuat – kuat membentengi akidah Ahlussunnah kita dengan memperdalam ilmu kita, dengan cara sering mengikuti pengajian – pengajian atau sering berkumpul dengan orang – orang shalih, serta jangan pernah bosan untuk meminta perlindungan kepada Allah swt agar kita dijauhkan dari orang – orang yang akan merusak islam. Semoga kita diakui oleh Nabi Muhammad saw sebagai umatnya, amiiiinnn….!!!

Tinggalkan Komentar

Satu tanggapan untuk “Mauludan Asma’ Artho 2017

  • Desember 7, 2017 pada 8:44 am
    Permalink

    assalamu…..
    q mu tanya ni..
    uang asma’ tu gmna yaa…
    keguna’an nya, bwat paa..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *