NGAJI SELASA SORE

Maqolah ke-22 :

Dari Umar r a : “Demi Allah, saya tidak diuji oleh Allah kecuali di dalamnya terdapat 4 kenikmatan.

  • Pertama, tidak adanya ujian di dalam agamaku, sesungguhnya ujian dalam agama itu lebih berat dibandingkan ujian dalam badan dan harta.
  • Kedua, kerena tidak adanya ujian yang lebih berat dibanding ujian yang menimpaku.
  • ketiga : karena tidak adanya ujian yang menghalang-halangi ridha.
  • keempat sesungguhnya aku mengharapkan pahala atas cobaan tersebut.

Maqolah ke-23:

            Dari Abdullah bin Mubarok r a; beliau berkata: “sesungguhnya laki-laki yang ahli hikmah (yaitu seseorang yang mengetahui banyak hal) ia mengumpulkan beberapa Hadist, kemudian ia memilih 40.000 hadist, (yakni hadits yang berbentuk gelobal). Kemudian ia memilih lagi 4.000 hadist yang telah musofah (menyortir dari kumpulan hadits tersebut), lalu ia memilih lagi 400 hadist yang telah ditkhrij (hadits-hadits yang terpilih tadi), kemudian ia memilihnya hingga berjumlah menjadi 40 hadits, kemudian ia mengambil 4 kefahaman dari 40 hadist pilihan tersebut. Adapun kalimat yang sebagai berikut;

  • pertama, janganlah sepenuhnya percaya kepada wanita, dengan kata lain jangan merasa tenang atas semua tindakannya. Akan tetapi wajib bagi sorang laki-laki mempunyai rasa cemburu atau curiga. Dan merasa tidak senang apabila istrinya bergaul dengan laki-laki lain.
  • Kedua, janganlah tertipu oleh harta, yang dikehendaki ialah, janganlah berasumsi merasa aman dari kerusakan yang di sesabkan oleh harta, maka tindakan tersebut tidaklah akan bisa menjaga berbagai hal. Dan janganlah kamu terbujuk dengan banyaknya harta pada setiap kondisi. Akan tetapi wajib berhati-hati dan selalu mengingat akhirat.
  • Ketiga, “janganlah memakan sesuatu yang sekiranya perut kamu tidak kuat”. Rasulullah bersabda: “Asal dari setiap penyakit ialah kenyang”. Di riwayatkan oleh Ad Daraqudni. Dari Anas Ibnu Sinni dan Abu Na’im meriwayatkan dari Ali dari Ibnu Sa’id dari Zuhri. Yang dapat diambil kefahaman dari hadits tersebut ialah, bahwa setiap penyakit itu memiliki hubungan dengan perut, yaitu memasukkan makanan dengan cara memakan macam makanan yang lain. begitu juga meminum air, setelah makan atau diantara dua waktu makan, akan tetapi makanan yang pertama belum sempurna.
  • Keempat, “janganlah kamu mengumpulkan ilmu yang tidak ada manfaatnya”. Ada seseorang bertanya kepada Abu Hurairah : “aku ingin belajar suatu ilmu, tetapi aku takut menyia-nyiakannya”. Kemudian Abu Hurairah menjawab; “bila kamu tidak belajar ilmu berarti kamu sudah menyia-nyiakannya”.

            Imam Syafi’I berpendapat, bahwa termasuk dari tipu muslihat Setan ialah meninggalkan amal karena kawatir akan adanya statmen, bahwasannya dia itu orang yang riya’. Anggapan tersebut karena bertujuan membersihkan semua amal dari tipu muslihat setan itu sulit. Maka hal itu akan menyebabkan malah akan beribadah. Karena malas adalah tujuan dari setan. Dan karena hal itu sebagian ulama berpendapat “berjalanlah untuk beribadah kepada Allah meskipun pincang dan sakit pinggang. Dan Imam Syafi’i berpendapat lagi; “Barang siapa belajar Al-Qur’an maka ia akan dihargai. Dan barangsiapa belajar fiqih maka akan luhur drajatnya. Dan barangsiapa menulis hadist maka hujjahnya akan kuat. Dan barangsiapa belajar ilmu hisab maka pendapatnya akan berharga. Dan barangsiapa belajar bahasa arab maka akan halus wataknya. Dan barangsiapa yang tidak menjaga ilmunya maka tidak akan bermanfaat”.

#SUMBER: KITAB NASHAIHUL IBAD

TIM KAIFFA KWAGEAN, 28 FEBRUARI 2017

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: