BELAJAR MENULIS

Menulis adalah aktifitas sederhana yang bisa dilakukan oleh khalayak umum, baik pelajar maupun pengajar. Tradisi menulis ini berkaitan erat dengan tradisi membaca yang telah dititahkan Allah SWT dalam surat al-’Alaq. Surat al-’Alaq ayat 1 sampai 5 sebagai wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT berisi penegasan tentang keutamaan membaca (iqra’) dan menulis (allama bi al-qalam).

Bayangkan saja jika di dunia ini tidak pernah ada sebuah tulisan, lalu bagaimanakah kacaunya umat manusia memahami sebuah ilmu-ilmu Agama khususnya.

Menulis bukanlah perkara mudah namun juga bukan perkara yang teramat sulit, sudah berabad-abad lalu tulis-menulis menjadi suatu gerakan yang bertahan hingga era ini. betapa besar jasa para ulama terdahulu yang selain piawai dalam berdakwah secara lisan dan perbuatan, mereka juga meninggalkan sebuah tulisan yang dapat kita jadikan sebuah panutan. Tentunya jika kita para santri tidak ingin kehilangan ajaran Rasulullah dan leluhur yang begitu relevan, maka kita pun harus getol untuk menuangkan ilmu-ilmu kita kedalam sebuah tulisan.

 

PENGERTIAN MENULIS

Menulis berarti menyampaikan atau menyatakan sebuah pikiran, perasaan maupun pertimbangan-pertimbangan dengan sebuah rangkaian tekstual. Tulisan itu sendiri atas rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapan lambang tulisan seperti ejaan dan pungtuasi. Sebagai salah satu bentuk komunikasi verbal (bahasa).

Dalam kamus besar Bahasa indonesia menulis diartikan sebagai cara membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya), untuk melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang atau, membuat surat).

Banyak sekali yang mendefinisikan menulis melalui buah pikirannya masing-masing, menurut penulis pribadi menulis adalah cara bagaimana seseorang mengenalkan dirinya sendiri pada dunia, adalah cara mengobati luka, mengingatkan yang lupa, mendekatkan yang jauh dan menghidupkan yang mati. berikut beberapa jawaban tentang sebuah pertanyaan; apa itu menulis?

 

“Menulislah, jika kamu mengerti sebenarnya nadimu saat itu sedang berdzikir kepada Allah SWT”Agus A. M. Muhdloruddin

 “Menulis berarti membuat dirimu hidup, harrik yadaka!” Agus M. Barizi

 “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis” Imam al-Ghazali

 “Setetes tinta Ulama lebih berat timbangannya di sisi Allah daripada ribuan darah syuhada’ yang meninggal di medan perang” Imam Al-Ghazali, (Ihya Ulumuddin, Bab Ilmu)

 “Saya merasa bahwa Allah begitu menyayangi dan mencintai saya dengan segala anugerah yang telah diberikan kepada saya. Di antara anugerah yang membuat saya merasa begitu disayang Allah adalah anugerah suka membaca dan menulis” Habiburrahman El Shirazy

“Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu telunjuk (tulisan) mampu menembus jutaan kepala” Sayyid Quthub

MANFAAT MENULIS

                Silahkan mulai menulis, baik menggunakan digital (keyboard) ataupun menggunakan manual (tangan) dan rasakan perubahan dalam diri kita. Selain membuat kita semakin pintar dalam memilah bahasa, masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat dari menulis, berikut diantaranya:

  1. Mengasah Kecerdasan

Menulis adalah suatu aktivitas yang kompleks. Kompleksitas menulis terletak pada tuntutan kemampuan mengharmonikan berbagai aspek. Aspek-aspek itu meliputi:

  • pengetahuan tentang topik yang akan dituliskan
  • pengetahuan dalam racikan bahasa yang jernih dan indah
  • kekayaan dan keluwesan pengungkapan, kemampuan mengendalikan emosi, serat menata dan mengembangkan daya nalarnya dalam berbagai level berfikir, dari tingkat mengingat sampai evaluasi.

 

  1. Mengembangkan Daya Inisiatif dan Kreativitas

Dalam menulis, seseorang mesti menyiapkan dan mensuplai sendiri segala sesuatunya. Segala sesuatu itu adalah:

  • unsur mekanik tulisan yang benar seperti ejaan, diksi, pengalimatan, dan pewacanaan maupun bahasa topik
  • pertanyaan dan jawaban yang harus diajukan dan dipuaskannya sendiri. Agar hasilnya menarik untuk dibaca, maka apa yang dituliskan harus ditata dengan runtut, jelas dan menarik.

 

  1. Menumbuhkan Keberanian

Ketika menulis, seorang penulis harus berani menampilkan kediriannya, termasuk pemikiran, perasaan, dan gayanya, serta menawarkannya kepada publik. Kon-sekuensinya, dia harus siap dan mau melihat dengan jernih penilaian dan tanggapan apa pun dari pembacanya, baik yang bersifat positif ataupun negatif.

 

  1. Mendorong Kemauan dan Kemampuan Mengumpulkan Informasi

Seseorang menulis karena mempunyai ide, gagasan, pendapat, atau sesuatu hal yang menurutnya perlu disampaikan dan diketahui orang lain. Tetapi, apa yang disampaikannya itu tidak selalu dimilikinya saat itu. Kondisi ini akan memacu seseorang untuk mencari, mengumpulkan, dan me-nyerap informasi yang diperlukannya. Untuk keperluan itu, ia mungkin akan membaca, menyimak, mengamati, berdiskusi, berwawancara. (madding MTV)

Kwagean, 5 Februari 2017 (Oleh: Ust. Ali Wafa)

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: