Zuhudnya Ibrahim bin Adham #ngajiselasa

#Ngajiselasa 19 April 2015

Ibrahim bin Adham berkata bahwa ada Cara tiga cara untuk mencapai Zuhud
“Satu, aku melihat kuburan itu ngeri, dapat memutuskan setiap perkara yang dicintai hati. Sedangkan aku belum memiliki bekal yang mampu melipurkan kengerian hatiku itu”
“Dua, kulihat akan sebuah jalan panjang, yaitu perjalanan menuju akhirat. Sedang aku belum memiliki sebuah bekal untuk menemani perjalanan panjang itu”
“Tiga, aku melihat Allah yang Maha Perkasa itu kelak kan mengadiliku, namun aku belum memiliki alasan untuk menjawabnya”

Diriwayatkan bahwa, Ibrahim bin Adham adalah seorang Raja, kemudian ia meninggalkan kotanya dengan keseluruhan dan berhijrah menuju Makkah untuk beribadah kepada Allah SWT.
dalam kitab Risalah Qusairiyah diceritakan bahwa beliau Ibrahim bin Adham adalah Abu Ishaq bin Mansur dari daerah Balkha, beliau seorang anak Raja namun pada suatu hari saat sedang berburu Rubah atau Kelinci tiba-tiba muncul suara tanpa rupa “wahai Ibrahim, apakah karena ini kamu diciptakan? Ataukah dengan ini kamu diperintahkan?”
Kemudian muncullah suara lagi dari pelana kudanya “Demi Allah, tidaklah untuk demikian kamu diciptakan dan tidak untuk yang seperti ini kamu diperintahkan”

Ibrahim akhirnya turun dari Kudanya lalu memberikan Jubah indah dan Kudanya pada seorang Penggembala, kemudian pakaian sang Penggembala itu diminta untuk dipakai oleh Ibrahim bin Adham.
Sejak itu, beliau berlalu menuju hutan dan sampai pada kota Makkah, disana beliau menyantri pada Sufyan Ats-Sauri dan Fudail bin ‘Iyadl.
Ibrahim bin Adham wafat di Syam, semasa hijrahnya ia hanya memakan dari hasil keringatnya sendiri seperti mengetam, menjaga kebun dan sebagainya.

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: