Jama’ dan Qoshor (paket murah untuk para Musafir)

img: huuwaida

Jama’ dan Qoshor *

Rukhsoh adalah salah satu ajaran dalam islam yang membuktikan bahwa sebenarnya islam bukanlah agama yang kaku, tapi islam hadir sebagai solusi jalan tengah atas agama yang telah hadir sebelumnya. Banyak orang yang salah persepsi tentang ajaran islam bahkan banyak orang islam sendiri yang sangat dangkal dalam memahami teks Al qur’an dan hadist, diantaranya disebabkan karna faktor kedangkalan ilmu mereka dan rasa jumawa serta anti pati untuk mempelajari islam menurut pemahaman ulama’ salaf (anti bermadzhab) yang tentu kualiats keilmuan para ulama’ salaf tadi jauh diatas umat sekarang. Banyak diantaranya yang menafsirkan islam terlalu ekstrim hingga menjadikan dia berfaham radikal bahkan ada juga yang terlalu lunak yang berakibat menjadikan dia terlalu liberal.
Untuk itu sebelum kita terlalu pedhe dalam berIslam dengan merujuk problem beragama langsung kepada sumbernya yaitu Al Qur’an dan Al Hadist maka tidak ada salahnya kita untuk merujuk dahulu kepada kutub as-salafusholeh sebagai perangkat pendukung atau buku panduan kita dalam memahami teks Al qur’an dan hadist yang membutuhkan kejelian, keilmuan, kehati hatian serta observasi yang mendalam.

Konsep rukhsoh (keringanan) dalam Islam bukanlah ajaran yang tanpa dalil, banyak sekali ayat ayat Al Qur’an, hadist, ucapan sahabat nabi yang semuanya menunjukan bahwa rukhsoh adalah suatu hal yang dilegalkan.
1. Al qur’an :

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
2. Al Hadist :

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يسروا ولا تعسروا. وبشروا ولا تنفروا متفقٌ عليه.
3. Atsar Sahabat :
عن ابن مسعود ابضا قال نا صيحا هذه الامة وهو الرجل المعلم : إياكم والتعمق وعليكم بالعتيق
4. Qoidah Fiqhiyah :
المشقة تجلب التيسير

Dari beberapa dalil diatas seharusnya menjadikan kita yakin bahwa Hukum Islam itu bukanlah beban bagi umatnya, tapi Islam selalu menawarkan kemudahan kepada umatnya. Sebagaimana contoh bab yang kita bahas dalam kesempatan ini yaitu tentang musafir, islam memberikan beberapa rukhsoh kepada seorang musafir diantaranya :
1. Musafir boleh tidak melakukan sholat jum’at.
2. Diperbolehkanya musafir untuk berbuka ( tidak puasa ) saat bulan ramadhan.
3. Diperbolehkanya melakukan qoshor sholat ( meringkas dari empat rakaat menjadi dua rakaat) ataupun menjama’nya ( mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu)

MENQOSHOR SHOLAT
Dalam rangkaian ibadah Islam, sholat adalah puncak dari ritual ibadah yang paling tidak bisa dilepaskan oleh para umatnya, bahkan sebagaimana dalam beberapa keterangan hadist kelak amal manusia yang paling menjadi perhatian serius oleh Allah swt di hari penghitungan amal adalah sholat, sebegitu pentingnya perintah sholat dalam ritus ibadah umat Islam hingga Allah menampilkan kata الصلاة dilebih dari 55 ayat yang ada di Al qur’an.

Dalil yang menjadi dasar dilegalkan menqoshor adalah Al Qur’an, hadist, ijma’.
1. Alqur’an :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
2. Al Hadist :
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : سَافَرْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ ، وَعُمَرَ ، وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يُصَلُّونَ الظُّهْرَ وَالعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ
Syarat dan ketentuan menqoshor shalat
Dalam prakteknya Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipahami serta dijalakan guna diperbolehkan menqoshor shalat :

a. Perjalanan yang dilakukan bukan perjalanan untuk tujuan maksiat.
dalam hal ini ulama’ mengklarifikasi hukum suatu perjalanan menjadi lima macam.
1) Perjalanan Wajib. Dalam hal ini tujuan untuk melakukan hal hal wajib seperti melaksanakan haji, melunasi hutang dll.
2) Perjalanan sunnah. Perjalanan yang disunahkan semisal melakukan perjalanan haji sunnah, silaturahmi dll.
3) Perjalanan mubah Termasuk dalam perjalanan yang diperbolehkan adalah perjalanan yang dihukumi mubah menurut syara’ semisal berdagang dll.
4) Perjalanan makruh seperti perjalanan yang dilakukan sendirian tanpa teman, dalam kategori ini masih dilegalkanya menqoshor shalat.
5) Perjalanan Haram adalah perjalanan yang disertai tujuan untuk berbuat maksiat, seperti perjalanan dalam rangka merampok, mencuri, membunuh dll.
b. Sholat yang empat rakaat
Menqoshor shalat hanya berlaku untuk sholat yang empat rakaat sperti dluhur, ashar, isya’. Menurut Al Nawawi dan Al Rofi’i tidak boleh menqoshor shalat subuh menjadi satu rakaat. Meski begitu ada satu keterangan dari pendapat yang menyebutkan boleh hukumnya menqoshor sholat subuh menjadi satu rakaat saat keadaan khauf (takut) sebagaimana pendapat madzhab ibnu abbas
c. Shalat yang di-qashar adalah ada’ (bukan qadla’).
d. Jarak tempuh sudah 16 farsakh
Perjalanan yang boleh untuk menqhosor shalat adalah perjalanan yang telah mencapai jarak 16 farsakh ( mayoritas ulama’ mengkonversikan 16 farsakh = 199.999,88 m sedang menurut versi kitab Tanwirul Qulub = 86 KM)

Tata cara menqoshor shalat :
1. Niat menqoshor shalat bersamaan dengan takbiratul ikhrom
Contoh Niat yang dilafadzkan ketika menqoshor shalat :

اصلى فرض الظهرركعتين قصرا لله تعالى
USHALLII FARDLADH DHUHRI RAK’ATAINI QASRHRAN LILLAAHI TA’AALAA
“Aku niat Shalat Dhuhur dua rakaat dengan Qashar karena Allah Ta’alla”
2. Tidak boleh bermakmum kepada orang yang mukim (orang yang tidak menqoshor)

Menjama’ sholat (mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu)

Termasuk bentuk rukhsoh atau keringanan lain dalam Islam adalah diperbolehkannya mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu bagi seorang musafir.
Adapun diantara dasar yang menjadikan hujjah diperbolehkanya menjama’ adalah hadist :
عن أنس قال ” كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا أراد أن يجمع بين الصلاتين في السفر أخر الظهر حتى يدخل أول وقت العصر ثم يجمع بينهما ” رواه مسلم
Dalam konsep jama’ sholat ini dikenal dua macam jama’ dan kita diberi kebebasan untuk memilih salah satu dalam menjalankanya :
1. Jama’ taqdim
Adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu di waktu yang pertama, semisal menjama’ shalat dluhur dengan Ashar maka dalam praktek jama’ taqdim pengumpulan dua shalat tadi dilaksanakan pada waktu masuknya waktu dluhur bukkan di waktu ashar, dan harus tertib maksudnya dluhur dahulu baru ashar bukan sebaliknya.

Tata cara melakukan Jama’ taqdim :
a. Dikerjakan dengan tertib (Dluhur dahulu baru Ashar)
b. Niat Jama’ taqdim pada shalat yang pertama atau selama masih dalam keadaan shalat yang petama, adapun contoh niat Jama’ taqdim :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات جمع تقديم لله تعالى
USHALLII FARDLADH DHUHRI ARBA’A RAKA’ATIN JAM’A TAKDIMIN LIL LAHI TA’AALAA
(Aku niat Shalat Dhuhur empat rakaat dijama’ dengan jama taqdim karena Allah Ta’alla).
c. Muwalah (Dikerjakan tanpa jeda yang lama)
2. Jama’ ta’khir
Adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu di waktu yang kedua, semisal menjama’ dluhur dengan ashar maka mengerjakanya dalam waktu ashar bukan sebaliknya, dalam parteknya jama’ ta’khir tidak disyaratkan harus tartib sebagaimana jama’ taqdim (boleh mendahulukan melaksanakan shalat ashar dari pada shalat dluhur) atau dilaksanakan sebaliknya (tartib)
Tata cara melakukan Jama’ ta’khir :
1. Niat jama’ takhir dilaksanakan pada waktunya shalat yang pertama dan boleh mengakhirkan niat selama waktunya shalat yang pertama masih ada, adapun contoh niat Jama’ taqdim :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات جمع تأخير لله تعالى
USHALLII FARDLADH DHUHRI ARBA’A RAKA’ATIN JAM’A TAKHIRIN LIL LAHI TA’AALAA
(Aku niat Shalat Dhuhur empat rakaat dijama’ dengan jama ta’khir karena Allah Ta’alla).
2. Tidak diwajibkan adanya tartib dan juga tidak diwajibkan adanya muwalah (tanpa jeda)

Jama’ qoshor
Disamping boleh melakukan jama’ dengan tanpa qoshor ataupun sebaliknya, dalam islam boleh hukumnya mengumpulkan jama’ dan qoshor, prakteknya mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu serta dibarengi menqoshor shalat yang empat rakaat. Adapun praktek jama’ qoshor ini tetap harus memenuhi syarat jama’ qoshor yang telah ada.

Tata cara melakukan Jama’ Qoshor :
a. Mendahulukan shalat yang memang wajib didahulukan (untuk jama’ taqdim yang disertai qoshor)
b. Sholat yang dijama’ qoshor adalah sholat yang berjumlah empat rakaat (sebagaimana syarat Qohsor shalat)
c. Jarak perjalanan yang ditempuh telah Mencapai dua marhalah atau 16 farsakh.
d. Tidak boleh bermakmum pada imam yang mukim (tidak menqoshor)
e. Tidak berpergian karna maksiat.
f. Niat qoshor pada setiap takbiratul ihram, adapun contoh niat jama’ qoshor :
اصلى فرض الظهر ركعتين جمع تقديم / تأخير قصرا لله تعالى

*) oleh Muhammad Adib dan M. Nasrullah

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: