ngaji selasa MEMPERBAIKI NIAT

MelanjutkanPengajianSelasa sore pekanlalu,,,,,,,

Bab Maqolah yang Terdiri dari Empat Pakerti

Di dalamnya terkandung  37 Kata Mutiara, diantara ialah 8 Hadits, dan yang 29 perkataan (atsar) para Sahabat Nabi.

Yang pertama, diceritakan dari Rasulallah Saw. beliau berkata pada sahabat Abi Dzar al-Ghifari Ra. (Jundab ibnu Junadah). “Wahai Abi Dzar perbaruilah perahumu, sesungguhnya lautan itu sangat dalam”. Maksud beliau; perbaikilah niatmu dalam melakukan segala hal yang akan kau kerjakan agar engkau mendapat pahala dan selamat dari siksa Allah.

Imam Umar al-Faruq mengirim surat pada Abu Musa al-Asy’ariy yang isinya; “Seseorang yang niatnya bersih (karena Allah), maka Allah akan mencukupi segala perkara antara dirinya dan antara manusia”. Imam Salim ibnu Abdullah ibnu Umar Al-Khotthob juga mengirim surat kepada Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz ra; “Ketahuilah wahai Umar, sesungguhnya pertolongan Allah kepada hambanya itu sesuai dengan kadar niatnya. Barangsiapa niatnya murni karena Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan yang sempurna kepadanya, dan barangsiapa yang niatnya tidak murni karena Allah, maka pertolongan Allah juga sesuai kadar niatnya tersebut”.

                Carilah bekal sebanyak-banyaknya, karena perjalanan menuju akhirat itu sangat jauh dan melelahkan. Dan ringankanlah barang dunia yang kau bawa, karena jalan menuju akhirat teramat sulit dilalui seperti perjalanan terjal menanjaki gunung. Dan perkara akhirat itu menyerupai lautan yang dalam, perjalanannya jauh dan teramat sulit dilalui sebab banyaknya rintangan.

                Ihklaskanlah niatmu dalam beramal, karena Allah adalah Dzat yang Maha Melihat dan Maha Mengawasi segala amal perbuatan. Abu Sulaiman ad-Daroni berkata: “Keberuntungan itu milik orang yang mempunyai satu langkah dalam hidupnya yang dilakukan hanya murni karena Allah”. Ini sesuai pesan Nabi Muhammad kepada shahabat Mu’ad ra.: “ Beramalah dengan ikhlas karena Allah, maka engkau akan dicukupi oleh perkara yang sedikit”.

                Ada sebuah Syair:

فَرْضٌ عَلىَ النَّاسِ أَنْ يَتُوْبُوْا   *   لَكِنَّ تَرْكَ الذُّنُوْبِ أَوْجَبُ

Manusia itu wajib bertaubat, akan tetapi meninggalkan dosa itu lebih wajib

وَالصَّبْرُ فِى النَّا ئِبَاتِ صَعْبٌ   *   لَكِنَّ فَوْتَ الثَّوَابِ أَصْعَبُ

Sabar dalam menghadapi ujian itu sulit, tetapi hilangnya pahala itu lebih sulit

وَالدَّهْرُ فِـــى صَرْفِهِ عَجِيْبٌ    *   لَكِنَّ غَفْلَةَ النَّاسِ أَعْجَبُ

Pergantian zaman dengan hal-hal yang baru itu sangat menakjubkan, tetapi lalainya manusia itu lebih mengagumkan

وَكُـــــــــلُّ مَا قَدْ يَجِى قَرِيْبٌ   *   لَكِنَّ الْمَوْتَ مِنْ ذَاكَ أَقْرَبُ

Setiap perkara yang akan datang itu dekat, akan tetapi kematian itu lebih dekat

Inti dari maqolah di atas adalah kita harus memperbarui niat dalam melakukan segala amal perbuatan agar mendapat pahala dan selamat dari siksa Allah SWT. Dan selalu ikhlas dalam menjalankannya. Agar pertolongan Allah yang sempurna selalu menyertai kita.

 

Kwagean, 9 Shofar 1438 H.

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: